MBG PERDANA SMK NEGERI 1 KOTA PEMATANGSIANTAR

Oplus_16777216

 

SUMUT _ Mntvsumut.com – Jarum jam menunjukkan pukul 11.30 WIB saat kotak makan berwarna bening itu mendarat di meja saya. Di dalamnya, tersusun rapi nasi putih pulen, sepotong ayam goreng bumbu kuning, wortel iris ,kol iris dan sebutir jeruk segar sebagai pencuci mulut (20/01/2026)

Hari ini, saya tidak sekadar meliput, tetapi berkesempatan mencicipi langsung menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintah di tahun 2026 ini.

Kesan Pertama: Bukan Sekadar Mengenyangkan
Saat tutup kotak dibuka, aroma kunyit dan bawang putih dari ayam goreng langsung tercium—bukan aroma makanan instan yang membosankan. Tekstur nasinya pas, tidak terlalu lembek, menandakan kualitas beras yang terjaga melalui standar rantai pasok lokal.

“Kami memastikan setiap porsi mengandung protein, karbohidrat, dan serat yang dihitung tepat oleh ahli gizi di tiap Satuan Pelayanan,” ujar kepala pengelola dapur yang saya temui sebelumnya.

Saat suapan pertama masuk ke mulut, rasa gurih ayamnya meresap hingga ke tulang. Irisan wortel dan kol nya pun masih terasa renyah (crunchy), tanda sayuran tidak dimasak sehingga nutrisinya tetap terjaga. Satu hal yang saya garis bawahi: rasanya tidak berlebihan, rendah garam dan tanpa penyedap rasa (MSG) berlebih, sesuai dengan standar kesehatan anak sekolah Uji Higienitas dan Suhu

Salah satu tantangan besar program MBG adalah menjaga suhu makanan tetap hangat saat sampai ke tangan siswa. Saat saya mencicipinya di lokasi distribusi, makanan masih terasa hangat. Wadah yang digunakan pun tampak berkualitas tinggi dan dipastikan bebas BPA (BPA Free).
Refleksi Lapangan
Melihat anak-anak di SMK Negeri 1 melahap menu yang sama dengan saya dengan penuh semangat, ada rasa optimis yang muncul. Program ini bukan lagi sekadar janji politik, melainkan realitas di atas piring.

Meski demikian, konsistensi rasa dan distribusi di daerah terpencil tetap menjadi catatan yang harus terus dipantau. Namun, untuk porsi seharga yang telah dianggarkan, kualitas rasa dan gizi yang saya rasakan hari ini sudah melampaui ekspektasi awal.
Dibalik seporsi makanan ini, ada harapan besar untuk memutus rantai stunting dan mencetak generasi emas 2045 yang lebih sehat.

(benget)